DARAH MENDIDIH..."SEMANGAT MENYALA"

Abu Bassam | Selasa, 31 Januari 2017 - 09:09:23 WIB | dibaca: 4126 pembaca

oleh: Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc, M.H.I حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى

Kezhaliman dan kecurangan para pemimpin membuat dada sesak dan membuat darah para pemuda mendidih bahkan lebih mendidih dari pada air yang dimasak di atas api yang menyala....

Carut marut negeri ini membuat kita para pemuda sulit menerima wasiat ini:

"Akan ada sepeninggalku para penguasa yang tidak meneladani petunjukku dan tidak mengamalkan ajaranku, dan akan muncul di antara mereka (para penguasa), orang-orang yang hati-hati mereka adalah hati-hati setan dalam jasad manusia." sahabat Nabi berkata, "Bagaimana aku harus bersikap jika aku menjumpai hal seperti ini ya Rasulullah?" Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, "Engkau harus tetap dengar dan taat kepada pemimpin itu, meskipun punggungmu dipukul dan hartamu rampas,  dengarkan dan taati."

[HR. Muslim].

Lihatlah:

Di hadits tersebut dijelaskan bahwa penguasa itu tidak mengambil petunjuk dan ajaran nabi...ini menunjukkan bahwa mereka tidak menerapkan hukum Allah di muka bumi....

Dan lihatlah pula.... Betapa DAHSYAT KEKEJAMANNYA , hingga disebutkan akan ada pemimpin berhati syetan...padahal hati adalah tempat bersarangnya iman, hati adalah yang pertama kali dilihat oleh Allah...Hati adalah tempatnya akidah dan ideologi....lalu bagaimana kalau hati tersebut hatinya syetan???
 
Betapa jahatnya pemimpin pada waktu itu...hingga disifati oleh nabi sebagai pemimpin berhati syetan..dan ingatlah...sesungguhnya SYETAN ITU KAFIR DENGAN IJMA'.

tapi lihatlah...apa yang diperintahkan nabi.... Dengarkan dan taat meskipun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas....

Duhai ...Alangkah beratnya hadits ini bagi para pemuda yang semangat membela agamanya.....bagaimana kita bersabar dari kezhaliman ini....

Beraaaaat memang...tapi kita sedang di uji oleh Allah

Aku tahu wahai para pemuda, hatimu terluka sebagai mana hati kami pun jua...

Tapi wasiat Rasulullah tak pernah salah, maka aku letakkan semangatku dan akalku di bawah wasiat Rasulullah .... .

______

Bukan berarti pula kita harus mentaati pemimpin dalam hal kemaksiatan karena ketaatan hanya dalam kebaikan.

عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ، إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ.

“Wajib atas seorang Muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) pada apa-apa yang ia cintai atau ia benci kecuali jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan. Jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh mendengar dan tidak taat.

 [HR. Bukhari dan Muslim]

__
via  Group WA Suara Al-Iman
 
 
 
 
 
 
 



Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)